Minggu, 18 Mei 2014

Waspada kontak fisik memicu kutu kelamin





Kutu kelamin atau Pubis Pediculosis cukup menular, dan orang yang berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi akan memperoleh kutu kemaluan lebih besar dari 90% dari waktu. Kondom tidak akan mencegah penularan kutu kemaluan.

Penyakit Kutu Kelamin dapat diperoleh melalui kontak fisik dekat dengan orang yang memiliki kutu atau oleh kontak dengan handuk baru kutu-penuh atau tempat tidur. Kutu yang tidak bersentuhan dengan orang biasanya akan mati dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

Telur kutu (nits) yang mengkilat dan tembus dan disekresikan ke poros rambut manusia. kutu dewasa hidup dan pakan di dasar rambut. Ketika kutu memakan darah mereka menyuntikkan air liur, dan air liur terus menerus menyebabkan gatal yang sangat merepotkan pada malam hari. Pasien menggaruk terbakar lebih lanjut daerah penuh. Kulit di daerah yang penuh akan memiliki bintik-bintik biru muda dari perdarahan yang mendasari kecil.

Sekian informasi mengenai penyakit  Ginekologi. Apabila anda mengalami penyakit tersebut silahkan datang ke Metropole hospital yang memiliki pelayanan setaraf Internasional, kami akan melayani dan mengobati penyakit anda secara profesional karena kami memiliki dokter yang ahli di bidangnya.  Semoga artikel ini bisa membantu. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


Tips hangat untuk ke rumah sakit: Silahkan buka wabsite kami untuk memahami informasi tentang Metropole Hospital, yang bebas biaya pendaftaran, tidak perlu antri, dan dapat diprioritaskan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kami. Terima kasih.


Peringatan: jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar