Infeksi herpes genital primer
biasanya terjadi seminggu setelah hubungan seksual (termasuk hubungan oral atau
anal). Tetapi lebih banyak terjadi setelah interval yang lama dan biasanya
setengah dari kasus tidak menampakkan gejala.
Erupsi dapat didahului dengan
gejala prodormal, yang menyebabkan salah diagnosis sebagai influenza. Lesi
berupa papul kecil dengan dasar eritem dan berkembang menjadi vesikel dan cepat
membentuk erosi superfisial atau ulkus yang tidak nyeri, lebih sering pada
glans penis, preputium, dan frenulum, korpus penis lebih jarang terlihat.
Setelah terjadinya infeksi
primer klinis atau subklinis, pada suatu waktu bila ada faktor pencetus, virus
akan menjalani reaktivasi dan multiplikasi kembali sehingga terjadilah lagi
rekuren, pada saat itu di dalam hospes sudah ada antibodi spesifik sehingga
kelainan yang timbul dan gejala tidak seberat infeksi primer.
Faktor pencetus antara lain:
trauma, koitus yang berlebihan, demam, gangguan pencernaan, kelelahan, makanan
yang merangsang, alkohol, dan beberapa kasus sukar diketahui penyebabnya. Pada
sebagian besar orang, virus dapat menjadi aktif dan menyebabkan outbreaks
beberapa kali dalam setahun. HSV berdiam dalam sel saraf di tubuh kita, ketika
virus terpicu untuk aktif, maka akan bergerak dari saraf ke kulit kita. Lalu
memperbanyak diri dan dapat timbul luka di tempat terjadinya outbreaks
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar