Tampilkan postingan dengan label Sifilis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sifilis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Maret 2014

Waspada seks berakibat sifilis





Penyakit Sifilis ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan luka sifilis yang terjadi melalui hubungan seksual. Luka terjadi terutama pada kelamin bagian luar, vagina, anus, atau di dalam dubur.

Luka dapat juga muncul di bibir dan mulut. Perpindahan bakteri penyebab sifilis terjadi ketika hubungan seks vagina, anal, dan oral. Ibu hamil yang menderita sifilis dapat menularkan penyakitnya pada bayi yang dikandungnya. Sifilis tidak dapat menular melalui kontak dengan dudukan toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak mandi, baju dan peralatan makan yang dipakai bersama.

Luka pada alat kelamin (chancres) karena sifilis dapat mempermudah penularan dan terjangkitnya infeksi HIV seksual. Risiko HIV akan meningkat hingga 2-5 kali lipat. PMS yang menyebabkan luka seperti ruam, bisul, atau luka pada kulit atau kelenjar lendir, seperti sifilis, mengganggu pembatas yang melindungi infeksi.

Bisul kelamin karena sifilis dapat dengan mudah berdarah, dan ketika darah ini kontak dengan lendir mulut dan anus selama hubungan seks, meningkatkan infeksi dan kerentanan terhadap HIV. Adanya PMS lain juga merupakan acuan penting kemungkinan terjangkitnya HIV karena PMS adalah tanda adanya perilaku yang berhubungan dengan penularan HIV.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Terkadang Sifilis tidak menunjukan gejala





Banyak orang yang terinfeksi sifilis tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun, akan tetapi dapat berakibat komplikasi jika tidak diobati. Meskipun penularan terjadi dari orang ke orang akibat luka sifilis pada stadium primer dan sekunder, seringkali luka ini tidak tampak. Jadi penularan dapat terjadi dari penderita yang tidak menyadari penyakitnya.

Selain ruam, gejala sifilis pada stadium sekunder antara lain demam, pembengkakan kelenjar getah bening, radang tenggorokan, rambut rontok merata, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala stadium sekunder akan menghilang dengan sendirinya, namun apabila tidak ditangani, infeksi akan berkembang menuju stadium laten dan mungkin stadium akhir dari penyakit ini.

Stadium laten (tersembunyi) sifilis dimulai setelah gejala pada fase primer dan sekunder menghilang. Tanpa pengobatan, orang yang terinfeksi sifilis akan terus mengidap sifilis meskipun tanpa gejala. Stadium laten ini dapt berlangsung hingga tahunan. 

Stadium primer sifilis biasanya ditandai dengan penampakan luka tunggal (yang disebut chancre), tapi dapat juga luka tersebut lebih dari satu. Waktu yang diperlukan mulai dari infeksi hingga gejala awal muncul bervariasi antara 10 sampai 90 hari (rata-rata 21 hari). Luka sebagai gejala sifilis ini biasanya kenyal, kecil, bundar, dan tidak menyebabkan nyeri.

Luka akan tampak pada area dimana sifilis masuk ke dalam tubuh. Luka ini berlangsung selama 3 sampai 6 minggu, dan akan sembuh tanpa pengobatan. Namun, apabila tidak dilakukan perawatan lebih lanjut, infeksi dapat berkembang ke stadium sekunder.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Sifilis termasuk Penyakit Menular Seksual




Penderita sifilis dalam tahap perawatan harus berhenti melakukan kontak seksual terhadap pasangannya sampai luka-lukanya sembuh sempurna.

Penderita Sifilis harus menginformasikan kepada pasangannya sehingga pasangannya dapat melakukan tes sifilis dan diobati bila ternyata juga terkena infeksi.

Luka pada alat kelamin (chancres) karena sifilis dapat mempermudah penularan dan terjangkitnya infeksi HIV seksual. Risiko HIV akan meningkat hingga 2-5 kali lipat.

PMS yang menyebabkan luka seperti ruam, bisul, atau luka pada kulit atau kelenjar lendir, seperti sifilis, mengganggu pembatas yang melindungi infeksi.

Bisul kelamin karena sifilis dapat dengan mudah berdarah, dan ketika darah ini kontak dengan lendir mulut dan anus selama hubungan seks, meningkatkan infeksi dan kerentanan terhadap HIV.

Adanya PMS lain juga merupakan acuan penting kemungkinan terjangkitnya HIV karena PMS adalah tanda adanya perilaku yang berhubungan dengan penularan HIV.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Pemeriksaan penyakit Sifilis





Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh Bacterium Treponema pallidum. Penyakit ini sering disebut ‘peniru ulung’ karena banyak tanda-tanda dan gejalanya tidak dapat dibedakan dari penyakit-penyakit lain.

Beberapa penyedia perawatan kesehatan dapat mendiagnosa sifilis dengan menguji sampel dari luka (luka infeksi) dengan menggunakan mikroskop khusus yang disebut dark-field microscope. Jika terdapat bakteri sifilis pada luka, bakteri tersebut akan tampak di mikroskop.

Tes darah adalah cara lain untuk memastikan apakah seseorang terjangkit sifilis. Tidak lama setelah terjadi infeksi, tubuh akan memproduksi antibodi sifilis yang dapat dilihat dengan tes darah yang akurat, aman, dan murah. Kadar rendah antibodi dapat bertahan dalam darah selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun bahkan setelah penyakit tersebut sembuh.

Hindari berhubungan seksual dengan sembarangan dan jangan melakukannya oleh beberapa orang, karena hal itu dapat memicu resiko terhadap penyakit Siflis. Hubungi dokter jika anda merasa ada keluhan sekecil apapun berkonsultasilah karena lebih baik jika ditangani sedini mungkin.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Bagaimana pencegahan sifilis agar tidak kambuh?





Pernah terjangkit sifilis tidak menjamin seseorang untuk tidak terkena lagi. Walaupun mengikuti pengobatan sampai sembuh, orang masih rentan terinfeksi kembali jika tidak berhati-hati.

Hanya tes laboratorium yang dapat memastikan apakah seseorang terjangkit sifilis karena luka sifilis dapat tersembunyi pada vagina, dubur, atau mulut, yang mungkin tidak akan kelihatan kalau pasangan seks menderita sifilis. Berkonsultasi dengan penyedia perawatan kesehatan akan membantu memastikan perlunya tes ulang sifilis setelah pengobatan.

Cara paling meyakinkan untuk mencegah penularan sifilis tentu saja sama dengan cara mencegah penyakit menular seksual lainnya, yaitu berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama dan memiliki satu pasangan seksual tetap yang telah dites dan dinyatakan tidak terinfeksi.

Menghindari alkohol dan obat-obat terlarang juga membantu mencegah penyebaran sifilis karena aktivitas tersebut meningkatkan perilaku seksual berisiko. Penting bagi pasangan untuk membicarakan secara terbuka mengenai statusnya akan HIV dan riwayat penyakit menular seksual lain sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan.

Kondom yang mengandung pelumas berspermisidal (terutama-9) tidak lebih efektif daripada kondom biasa untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual. Penggunaan kondom dengan lubrikasi N-9 ini tidak direkondasikan dalam pencegahan PMS/HIV.

Penularan penyakit menular seksual, termasuk sifilis, tidak dapat dicegah dengan membasuh area genital,  berkemih, ataupenggunaan antiseptik setelah berhubungan seks . Adanya pembuangan yang tidak biasa, luka atau ruam,  terutama di bagian selangkangan merupakan tanda-tanda serius untuk menghentikan hubungan seksual dan selekas mungkin pergi ke dokter.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Bagaimana mengobati penyakit Sifilis?




Sifilis mudah disembuhkan pada stadium awal. Suntikan antibiotik seperti penisilin dapat menghentikan sifilis pada penderita yang terinfeksi kurang dari setahun. Dosis tambahan diperlukan bila penderita telah terinfeksi selama lebih dari setahun.

Bagi penderita yang alergi terhadap penisilin, tersedia antibiotik lain yang dapat mengobati sifilis. Tidak ada pengobatan pengobatan tradisional atau obat-obatan bebas yang dapat mengobati sifilis.

Antibiotik akan membunuh bakteri sifilis dan mencegah stadium berlanjut, namun tidak memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Karena perawatan yang efektif untuk mencegah berkembangnya sifilis telah tersedia, penting bagi orang yang memiliki kebiasaan seksual berisiko terkena STD melakukan tes skinning terus-menerus.

Luka pada alat kemaluan, seperti sifilis, dapat muncul pada pria dan wanita. Luka tersebut dapat muncul pada area yang terlindungi kondom maupun area yang tidak terlindungi.

Penggunaan kondom lateks dengan benar dan konsisten dapat menurunkan risiko penularan sifilis, herpes genital dan syankroid, hanya bila area yang terinfeksi terlindungi.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Sabtu, 01 Maret 2014

Bagaimana Diagnosa pada penyakit Sifilis?





Beberapa penyedia perawatan kesehatan dapat mendiagnosa sifilis dengan menguji sampel dari luka (luka infeksi) dengan menggunakan mikroskop khusus yang disebut dark-field microscope. Jika terdapat bakteri sifilis pada luka, bakteri tersebut akan tampak di mikroskop.

Tes darah adalah cara lain untuk memastikan apakah seseorang terjangkit sifilis. Tidak lama setelah terjadi infeksi, tubuh akan memproduksi antibodi sifilis yang dapat dilihat dengan tes darah yang akurat, aman, dan murah. Kadar rendah antibodi dapat bertahan dalam darah selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun bahkan setelah penyakit tersebut sembuh.

Ruam kulit dan lesi pada kelenjar lendir menandai stadium sekunder penyakit sifilis. Tahap ini biasanya dimulai dengan tumbuhnya ruam pada satu tempat atau lebih pada tubuh. Ruam biasanya tidak gatal. Ruam dapat muncul setelah luka sembuh atau beberapa minggu setelahnya.

Ciri ruam pada stadium sekunder ini tampak kasar, merah, atau bercak coklat kemerahan pada kedua telapak tangan dan kaki. Akan tetapi, ruam dalam bentuk yang berbeda mungkin juga muncul pada bagian tubuh lain, kadang-kadang menyerupai bercak yang disebabkan penyakit lain. Kadang-kadang ruam pada stadium sekunder ini samar sehingga tidak kelihatan.

Stadium akhir sifilis dapat berkembang pada 15 persen penderita yang tidak dirawat dan dapat muncul 10-20 tahun sejak pertama terinfeksi. Pada tahap akhir, sifilis mungkin merusak organ bagian dalam, termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, liver, tulang, dan persendian. Tanda dan gejala pada stadium akhir sifilis meliputi kesulitan gerakan koordinasi otot, kelumpuhan, mati rasa, buta bertahap, dan demensia. Kerusakan ini bisa parah dan menyebabkan kematian.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Penyakit sifilis sekunder





Penyakit Sifilis ini sering disebut “peniru besar” karena begitu banyak tanda dan gejalanya yang tidak bisa dibedakan dari penyakit lain. Tahap sekunder sifilis ditandai oleh ruam kulit dan lesi selaput lendir pada satu atau lebih area tubuh. Ruam biasanya tidak menyebabkan gatal.

Ruam terkait dengan sifilis terjadi beberapa minggu setelah cangker telah sembuh. Ruam mungkin muncul sebagai bintik-bintik kasar, merah, atau coklat kemerahan di telapak tangan dan bagian bawah kaki.

Namun, ruam dengan penampilan yang berbeda dapat terjadi pada bagian lain dari tubuh. Selain ruam, gejala sifilis sekunder mungkin termasuk demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, rambut rontok tambal sulam, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot, dan kelelahan.

Tanda-tanda dan gejala sifilis sekunder hilang dengan atau tanpa pengobatan. Namun, tanpa pengobatan, infeksi akan maju ke tahap laten dan mungkin tahap akhir penyakit.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Penyakit Sifilis Primer





Banyak orang terinfeksi sifilis tidak memiliki gejala selama bertahun-tahun, namun tetap berisiko komplikasi jika tidak dirawat. Sifilis (syphilis) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteriTreponema pallidum.

Tahap primer sifilis biasanya ditandai dengan munculnya luka tunggal (disebut cangker), tapi mungkin ada beberapa luka. Waktu inkubasi sifilis adalah 10 sampai 90 hari (rata-rata 21 hari). Luka biasanya tegas, bulat, kecil, dan tidak sakit.

Luka berlangsung 3 sampai 6 minggu, dan sembuh tanpa pengobatan. Namun, jika perawatan tidak memadai, infeksiberlangsung ke tahap sekunder.
Pada tahap laten (tersembunyi), tidak ada gejala luar, namun penyakit dapat merusak organ dalam, termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi.

Tanda dan gejala tahap akhir sifilis termasuk kesulitan koordinasi gerakan otot, kelumpuhan, mati rasa, kebutaan bertahap, dan demensia. Kerusakan ini mungkin cukup serius untuk menyebabkan kematian.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Gejala penyakit sifilis pada pria dan wanita





Penyakit sifilis dapat mempertinggi risiko terinfeksi HIV. Hal ini dikarenakan oleh lebih mudahnya virus HIV masuk ke dalam tubuh seseorang bila terdapat luka. sifilis yang diderita juga akan sangat membahayakan kesehatan seseorang bila tidak diobati.

Sedangkan pada lelaki yang telah tertular penyakit sifilis memiliki gejala-gejala yang mirip dengan apa yang dialami oleh seorang penderita wanita. Perbedaan utamanya ialah bahwa pada tahap pertama, chancre tersebut akan muncul di daerah penis. Dan pada tahap kedua, akan muncul luka-luka di daerah penis, mulut, tenggorokan dan dubur.

Orang yang telah tertular oleh spirochaeta penyebab sifilis dapat menemukan adanya chancre setelah tiga hari – tiga bulan bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh. Kalau sifilis stadium satu ini tidak diobati, tahap kedua penyakit ini dapat muncul kapan saja, mulai dari tiga sampai enam minggu setelah timbulnya chancre.

Baik pada penderita lelaki maupun wanita, spirochaeta dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan rusaknya organ-organ vital yang sebagian besar tidak dapat dipulihkan. Penyakit sifilis pada ibu hamil yang tidak diobati, juga dapat menyebabkan terjadinya cacat lahir primer pada bayi yang ia kandung.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital



 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Gejala pada Sifilis Stadium Sekunder, Stadium Laten dan Akhir




Ruam kulit dan lesi pada kelenjar lendir menandai stadium sekunder penyakit sifilis. Tahap ini biasanya dimulai dengan tumbuhnya ruam pada satu tempat atau lebih pada tubuh. Ruam biasanya tidak gatal. Ruam dapat muncul setelah luka sembuh atau beberapa minggu setelahnya.

Ciri ruam pada stadium sekunder ini tampak kasar, merah, atau bercak coklat kemerahan pada kedua telapak tangan dan kaki. Akan tetapi, ruam dalam bentuk yang berbeda mungkin juga muncul pada bagian tubuh lain, kadang-kadang menyerupai bercak yang disebabkan penyakit lain. Kadang-kadang ruam pada stadium sekunder ini samar sehingga tidak kelihatan

Selain ruam, gejala sifilis pada stadium sekunder antara lain demam, pembengkakan kelenjar getah bening, radang tenggorokan, rambut rontok merata, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala stadium sekunder akan menghilang dengan sendirinya, namun apabila tidak ditangani, infeksi akan berkembang menuju stadium laten dan mungkin stadium akhir dari penyakit ini.

Stadium laten (tersembunyi) sifilis dimulai setelah gejala pada fase primer dan sekunder menghilang. Tanpa pengobatan, orang yang terinfeksi sifilis akan terus mengidap sifilis meskipun tanpa gejala. Stadium laten ini dapt berlangsung hingga tahunan. 

Stadium akhir sifilis dapat berkembang pada 15 persen penderita yang tidak dirawat dan dapat muncul 10-20 tahun sejak pertama terinfeksi. Pada tahap akhir, sifilis mungkin merusak organ bagian dalam, termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, liver, tulang, dan persendian. Tanda dan gejala pada stadium akhir sifilis meliputi kesulitan gerakan koordinasi otot, kelumpuhan, mati rasa, buta bertahap, dan demensia. Kerusakan ini bisa parah dan menyebabkan kematian.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Gejala pada sifilis Stadium Primer





Banyak orang yang terinfeksi sifilis tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun, akan tetapi dapat berakibat komplikasi jika tidak diobati.

Meskipun penularan terjadi dari orang ke orang akibat luka sifilis pada stadium primer dan sekunder, seringkali luka ini tidak tampak. Jadi penularan dapat terjadi dari penderita yang tidak menyadari penyakitnya.

Stadium primer sifilis biasanya ditandai dengan penampakan luka tunggal (yang disebut chancre), tapi dapat juga luka tersebut lebih dari satu. Waktu yang diperlukan mulai dari infeksi hingga gejala awal muncul bervariasi antara 10 sampai 90 hari (rata-rata 21 hari).

Luka sebagai gejala sifilis ini biasanya kenyal, kecil, bundar, dan tidak menyebabkan nyeri. Luka akan tampak pada area dimana sifilis masuk ke dalam tubuh. Luka ini berlangsung selama 3 sampai 6 minggu, dan akan sembuh tanpa pengobatan. Namun, apabila tidak dilakukan perawatan lebih lanjut, infeksi dapat berkembang ke stadium sekunder.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Bagaimana sifilis dapat menular?




Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh Bacterium Treponema pallidum. Penyakit ini sering disebut ‘peniru ulung’ karena banyak tanda-tanda dan gejalanya tidak dapat dibedakan dari penyakit-penyakit lain.

Sifilis ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan luka sifilis. Luka terjadi terutama pada kelamin bagian luar, vagina, anus, atau di dalam dubur.

Luka dapat juga muncul di bibir dan mulut. Perpindahan bakteri penyebab sifilis terjadi ketika hubungan seks vagina, anal, dan oral. Ibu hamil yang menderita sifilis dapat menularkan penyakitnya pada bayi yang dikandungnya.

Sifilis tidak dapat menular melalui kontak dengan dudukan toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak mandi, baju dan peralatan makan yang dipakai bersama.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital



 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Bagaimana gejala Sifilis pada Wanita?




Gejala penyakit sifilis yang terjadi pada wanita, yang terurai dalam empat stadium berbeda. Stadium satu. Stadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah
vagina, poros usus atau mulut.

Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama stadium ini. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.

Stadium dua. Kalau sipilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Mereka juga dapat menemukan adanya luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur. Gejala-gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin juga dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Stadium tiga. Kalau sipilis stadium dua masih juga belum diobati, para penderitanya akan mengalami apa yang disebut dengan sipilis laten. Hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang, namun penyakit tersebut sesungguhnya masih bersarang dalam tubuh, dan bakteri penyebabnya pun masih bergerak di seluruh tubuh. sipilis laten ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

Stadium empat. Penyakit ini akhirnya dikenal sebagai sipilis tersier. Pada stadium ini, spirochaeta telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung, batang otak dan tulang.

Sekian informasi mengenai penyakitGinekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.


Apa itu penyakit Sifilis?



Penyakit sifilis atau juga dapat disebut raja singa merupakan suatu penyakit kelamin yang berbahaya. Penyakit itu disebabkan oleh suatu kuman kecil yang bentuknya berpilin-pilin yang disebut spicochaeta. Kuman kecil ini dipindahkan dari seseorang kepada orang lain terutama melalui hubungan kelamin.

Dalam beberapa peristiwi, sifilis bisa ditularkan melalui bahan-bahan yang sudah dikotori penyakit itu, seperti melalui suntikan dan transmisi darah. Jika seorang ibu menderita penyakit sifilis, kuman-kuman tersebut bisa masuk ke tubuh anaknya sebelum dilahirkan.

Penyakit sifilis awalnya bisa tanpa gejala selama 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. 

Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini. Selama 2-3 tahun pertama penyakit sipilis tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten.

Setelah 5-10 tahun penyakit sipilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sipilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.