Penderita sifilis dalam tahap
perawatan harus berhenti melakukan kontak seksual terhadap pasangannya sampai
luka-lukanya sembuh sempurna.
Penderita Sifilis harus
menginformasikan kepada pasangannya sehingga pasangannya dapat melakukan tes
sifilis dan diobati bila ternyata juga terkena infeksi.
Luka pada alat kelamin
(chancres) karena sifilis dapat mempermudah penularan dan terjangkitnya infeksi
HIV seksual. Risiko HIV akan meningkat hingga 2-5 kali lipat.
PMS yang menyebabkan luka
seperti ruam, bisul, atau luka pada kulit atau kelenjar lendir, seperti
sifilis, mengganggu pembatas yang melindungi infeksi.
Bisul kelamin karena sifilis
dapat dengan mudah berdarah, dan ketika darah ini kontak dengan lendir mulut
dan anus selama hubungan seks, meningkatkan infeksi dan kerentanan terhadap
HIV.
Adanya PMS lain juga merupakan
acuan penting kemungkinan terjangkitnya HIV karena PMS adalah tanda adanya
perilaku yang berhubungan dengan penularan HIV.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar