Penyakit Sifilis ditularkan
dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan luka sifilis yang
terjadi melalui hubungan seksual. Luka terjadi terutama pada kelamin bagian
luar, vagina, anus, atau di dalam dubur.
Luka dapat juga muncul di
bibir dan mulut. Perpindahan bakteri penyebab sifilis terjadi ketika hubungan
seks vagina, anal, dan oral. Ibu hamil yang menderita sifilis dapat menularkan
penyakitnya pada bayi yang dikandungnya. Sifilis tidak dapat menular melalui
kontak dengan dudukan toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak mandi, baju dan
peralatan makan yang dipakai bersama.
Luka pada alat kelamin (chancres) karena sifilis
dapat mempermudah penularan dan terjangkitnya infeksi HIV seksual. Risiko HIV
akan meningkat hingga 2-5 kali lipat. PMS yang menyebabkan luka seperti ruam,
bisul, atau luka pada kulit atau kelenjar lendir, seperti sifilis, mengganggu
pembatas yang melindungi infeksi.
Bisul kelamin karena sifilis dapat dengan mudah
berdarah, dan ketika darah ini kontak dengan lendir mulut dan anus selama
hubungan seks, meningkatkan infeksi dan kerentanan terhadap HIV. Adanya PMS
lain juga merupakan acuan penting kemungkinan terjangkitnya HIV karena PMS
adalah tanda adanya perilaku yang berhubungan dengan penularan HIV.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar