Minggu, 02 Maret 2014

Waspada seks berakibat sifilis





Penyakit Sifilis ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan luka sifilis yang terjadi melalui hubungan seksual. Luka terjadi terutama pada kelamin bagian luar, vagina, anus, atau di dalam dubur.

Luka dapat juga muncul di bibir dan mulut. Perpindahan bakteri penyebab sifilis terjadi ketika hubungan seks vagina, anal, dan oral. Ibu hamil yang menderita sifilis dapat menularkan penyakitnya pada bayi yang dikandungnya. Sifilis tidak dapat menular melalui kontak dengan dudukan toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak mandi, baju dan peralatan makan yang dipakai bersama.

Luka pada alat kelamin (chancres) karena sifilis dapat mempermudah penularan dan terjangkitnya infeksi HIV seksual. Risiko HIV akan meningkat hingga 2-5 kali lipat. PMS yang menyebabkan luka seperti ruam, bisul, atau luka pada kulit atau kelenjar lendir, seperti sifilis, mengganggu pembatas yang melindungi infeksi.

Bisul kelamin karena sifilis dapat dengan mudah berdarah, dan ketika darah ini kontak dengan lendir mulut dan anus selama hubungan seks, meningkatkan infeksi dan kerentanan terhadap HIV. Adanya PMS lain juga merupakan acuan penting kemungkinan terjangkitnya HIV karena PMS adalah tanda adanya perilaku yang berhubungan dengan penularan HIV.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar